Wednesday, 1 February 2017

Kehebatan Orang Sumba

Umbu, sebutan kebangsawanan laki laki di daerah Sumba. Berawal dari kedatangan seorang berdarah Sumba di sekolah-ku (Semi Palar, Bandung), yang sering dipanggil om Umbu. Singkat cerita ia lahir di Sumba, tetapi ia bersekolah di asrama yang bukan di Sumba dan jauh dari laut, jadi ia sangatlah berbeda dengan saudara-saudaranya yang jago berenang. Ia pun sudah merantau dan berkeliling ke banyak tempat di Indonesia, seperti Papua, Bali, Bandung, juga berkeliling di daerah kampungnya sendiri di Sumba dan NTT. Ia pun memilih kuliah di UNPAR Bandung, setelah sebelumnya ia sempat berminat ke jurusan seni rupa di ITB, akan tetapi ia lebih memilih jurusan arsitek karena satu dua hal. Sekarang ia pun tidak bekerja tetapi sering nya menawarkan diri untuk pergi dengan keahlian memotret (fotografi), jadi ia bisa melengkapi passion nya satu lagi yaitu traveling. Sebagai traveller sejak lama, ia memiliki makna makna hidup tersendiri, maka menurut ku cocok untuk menjadi motivator. Beberapa kutipan yang ia bicarakan Kamis kemarin (26/1) seperti, "Hal yang paling bagus adalah peliharalah 'musuhmu'." jadi maksud dari kutipan tersebut adalah hal hal yang paling kita tidak sukai, atau yang kita paling hindari, maka harus kita cari, harus kita pelihara, harus kita sukai, harus juga kita lakukan. Ia juga bilang bahwa kita harus jadi orang yang immortal (bisa melampaui kematian), maksudnya kita harus menciptakan karya yang bisa diingat terus oleh semua orang, jadi kita dianggap masih hidup terus. Ia juga menyampaikan bahwa, kita juga harus keluar dari zona nyaman kita, tapi kita juga butuh zona nyaman, maksudnya kita harus keluar dari zona nyaman kita setelah kita membangun karakter, kebiasaan, dan juga kekuatan kita. Di sesi berikutnya ia hadir kembali lagi dengan presentasi nya tentang foto. Jadi menurutnya menjadi photographer proffesional bukan hanya jago dalam memotret, akan tetapi foto nya harus bisa menceritakan sesuatu, photographer juga harus peka akan kondisi sekitarnya dan bisa menyatu dengan lingkungan yang kita kunjugi. Kita pun harus sabar menunggu momen yang tepat. Kita juga harus belajar mencompose suatu objek agar bisa bercerita dan menarik. Setelah itu ia juga memberi tips tips traveling yang akan terpakai dalam perjalanan kami nanti, seperti beradaptasi dan juga harus respect dengan lingkungan sekitar kita, juga berani bertanya dan mau belajar dari sesama. Kita pun harus mendata barang yang akan dibawa dan tak lupa untuk mengecek nya.

Sekian kisah dari ku.Terimakasih ^_^

1 comment:

  1. Alur penulisan yang menarik. Perbaiki kekeliruan penulisan ya Tyo. Pastikan kamu membaca ulang hasil tulisanmu yaa

    ReplyDelete